SVLK (LVLK-028-IDN)

SVLK (Sistem Verifikasi Legalitas Kayu) adalah sistem untuk memastikan penjaminan legalitas hasil hutan, ketelusuran hasil hutan dan atau kelestarian pengelolaan hutan. Dengan kata lain merupakan akronim dari sistem jaminan legalitas kayu nasional Indonesia yang dibangun di atas konsensus multistakeholder nasional. Sistem ini bersifat mandatory, seiring dengan  kesepakatan antara Pemerintah Republik Indonesia dengan negara-negara Uni Eropa dalam program FLEGT-VPA bahwa semua produk kayu yang masuk Uni Eropa harus bersertifikat (Kayu Legal) sesuai dengan ketetapan yang diatur dalam peraturan Kementerian Perdagangan RI telah menerbitkan aturan Nomor 74 Tahun 2020 tanggal 22 September 2020 Jo Permendag Nomor 93 Tahun 2020 tanggal 11 November 2020, sehingga SVLK ini bersifat mandatory/wajib di Indonesia.

 

Ruang Lingkup :

1.      IUIPHHK kapasitas produksi < 6.000 m3 per tahun

2.      IUPHHK kapasitas produksi ≥ 6.000 m3 per tahun

3.      IPKR

4.      IUI  kategori kecil

5.      IUI kategori menengah

6.      IUI kategori besar

Penerbitan Dokumen V-Legal

Ekspor produk industri hasil hutan wajib menggunakan dokumen Penjaminan Legalitas Hasil Hutan. Dokumen tersebut berupa Dokumen V-Legal dan Lisensi FLEGT.

Penerbitan Dokumen V-Legal dan Lisensi FLEGT dilakukan oleh Lembaga Penerbit (LVLK) kepada eksportir yang telah memiliki Sertifikat Legalitas Kayu (S-LK). Prosedur Penerbitan Dokumen V-Legal:

1. Permohonan Penerbitan

2. Verifikasi Permohonan

3. Penerbitan Dokumen

Scroll to Top